
Berau-Kaltim // Liputan888 – 16 November 2025, Di tengah lanskap perhutanan yang tenang, Bumi Perkemahan Mayang Mangurai II di Berau Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendadak menjadi episentrum bagi energi kepemimpinan muda regional. Sekitar 400 Pramuka Penegak dan Pandega mewakili tingkatan pemuda dan mahasiswa dari seluruh Kaltim berkumpul pada Sabtu (15/11/2025) untuk menandai pembukaan Apel Besar Hari Pramuka ke-64 dan Kemah Dewan Kerja Daerah (DKD) 2025.
Acara yang dipadati lautan seragam cokelat ini ditransformasi dari sekadar kegiatan rutin kepanduan menjadi “melting pot” (wadah peleburan) strategis yang bertujuan mengkonsolidasikan karakter dan ideologi pemuda daerah di tengah tantangan disrupsi global dan dinamika geopolitik.
Kehadiran sejumlah tokoh politik kunci daerah, termasuk Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menggarisbawahi komitmen serius pemerintah provinsi terhadap investasi pada human capital (modal manusia) melalui Gerakan Pramuka.
Kehadiran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) menunjukkan soliditas dukungan eksekutif dan keamanan terhadap inisiatif kepemudaan.
Ketua Kwarcab Berau, Syarifatul Syadiah, menekankan bahwa penetapan Mayang Mangurai II sebagai tuan rumah adalah validasi regional.
“Pemilihan lokasi ini membuktikan fasilitas dan kualitas perkemahan kita adalah salah satu yang terbaik. Ini adalah ruang pembentukan karakter, persatuan, dan solidaritas,” ujar Syarifatul, memosisikan perkemahan sebagai agenda strategis, bukan sekadar kegiatan rekreatif.
Dalam pidatonya, Bupati Sri Juniarsih Mas memuji Gerakan Pramuka sebagai ‘laboratorium kepemimpinan’ yang menempah pertolongan, disiplin, dan kegigihan kualitas yang sangat dibutuhkan untuk abad ke-21.
Apresiasi ini diperkuat dengan pengakuan atas capaian Kwarcab Berau yang kembali masuk dalam tiga besar Kwarcab Tergiat di tingkat provinsi.
Namun, pesan yang paling menonjol datang dari Wagub Seno Aji, yang mengangkat isu-isu makro yang relevan dengan kancah internasional: tantangan disinformasi, krisis moral, dan polarisasi ideologi.
“Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Pramuka harus siap menjaga nilai-nilai ini,” tegas Wagub.
Seno Aji secara eksplisit memosisikan pemuda Pramuka sebagai garda terdepan penjaga keutuhan bangsa dari ancaman non-militer.
Selain pesan ideologis, Wagub Seno Aji memberikan kabar yang disambut meriah, yang menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap mobilitas sosial:
Program UKT Gratis (Uang Kuliah Tunggal) Pemerintah Provinsi Kaltim akan dilanjutkan, bahkan diperluas cakupannya hingga jenjang S2 dan S3.
Keputusan ini memastikan bahwa kepemimpinan muda yang diasah di perkemahan memiliki akses tak terbatas ke jenjang pendidikan tinggi.
Kemah kali ini juga mengintegrasikan program City Tour, yang berfungsi ganda sebagai diplomasi pariwisata dan edukasi lokal.
Peserta diajak mengunjungi aset-aset Berau, mulai dari pabrik cokelat lokal hingga situs sejarah dan budaya.
“Momentum ini menjadi sarana memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus edukasi,” kata Syarifatul, menegaskan bahwa perkemahan ini juga berfungsi sebagai soft power untuk mempromosikan aset daerah di tingkat regional.
Selama enam hari ke depan, para peserta akan menjalani kurikulum intensif yang dirancang untuk membangun ketahanan mental dan kreativitas.
Agenda meliputi pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut, jelajah alam, penguatan nilai Dasa Dharma, dan simulasi tugas sosial.
Tujuan utama dari Kemah DKD 2025 ini adalah melahirkan sebuah generasi muda Kaltim yang tangguh, adaptif, dan memiliki karakter kuat generasi yang siap untuk mengoperasionalkan dinamika Abad ke-21 dan memimpin provinsi yang semakin strategis ini.
Wagub Seno Aji secara resmi membuka kegiatan tersebut, menandai dimulainya enam hari penuh pembentukan karakter yang diharapkan dapat membentuk masa depan kepemimpinan Kalimantan Timur.
#Editor Hendra Sitorus

Tinggalkan komentar