
LIPUTAN888 // TAKALAR, 10 September 2026 – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Takalar maupun luar Kabupaten Takalar mendapat sorotan tajam dari salah satu pimpinan lembaga kemasyarakatan.
Mirwan, S.H., M.H., Ketua Umum Lembaga ELHAN-RI, menyampaikan pernyataan sikap resmi yang menekankan urgensi penanganan masalah ini tanpa penundaan.
“Kami mendesak pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat melalui instansi terkait, untuk bergerak cepat melakukan pemantauan menyeluruh dan turun langsung ke lapangan,” tegas Mirwan, S.H., M.H.
Ia menilai kelangkaan stok dan antrean yang terus berulang bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan mengganggu stabilitas roda perekonomian masyarakat dan menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
📌 Poin Penting Desakan ELHAN-RI:
1. Pemantauan Rutin: Pastikan distribusi lancar dan stok tersedia merata di seluruh titik SPBU wilayah Takalar.
2. Temukan Akar Masalah: Periksa secara mendalam jalur distribusi, ketersediaan pasokan, serta tata kelola manajemen di lapangan.
3. Solusi Nyata: Cegah antrean berkepanjangan yang merugikan waktu, tenaga, dan biaya masyarakat.
Lembaga ELHAN-RI berharap langkah cepat ini juga bisa menyentuh penyelesaian isu kelangkaan gas LPG 3 kg yang turut menjadi keluhan utama warga belakangan ini.
Mirwan juga menegaskan perlunya keterlibatan pihak legislatif dan eksekutif daerah.
“Kami berharap DPRD Kabupaten Takalar dan dinas terkait segera bergerak. Kasihan masyarakat yang kesulitan. Jika hal ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga secara menyeluruh,” tambahnya.
Masalah energi ini dinilai krusial karena menjadi penopang aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian di wilayah Takalar.
Red…..

Tinggalkan komentar